Mohon perhatian! Kepada pengunjung Blog ini, perlu saya beritahukan: bahwa setiap isi dari tulisan-tulisan di dalam Blog ini adalah hasil dari muntahan otak saya yang emang agak sedikit tidak wajar. Apabila ada ucapan atau kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dibaca, dikonsumsi, atau di ucapkan kembali mohon harap maklum. Sekali lagi, HARAP MAKLUM! Jika kalian tertarik pada Blog ini, saya persilahkan kalian untuk memg-klik tombol follow. Terima kasih.

Senin, 27 Februari 2017

Dialog Sebelum Matahari Terbit (Final)

"Kemungkinan seperti itu."

Mata Putri meneteskan air mata setelah mendengar jawaban dari Adit, kemudian dia menunduk dan mulai menangis. Adit bingung harus apa. Di samping itu dia juga bingung, apa yang mesti Putri tangisi dari kepergiannya? Bukankah Putri punya seseorang untuk tunggu? Sementara Adit? Dia harus pergi meninggalkan zona nyamannya untuk mencari kenyamanan lainnya yang bisa dia tempati.

Dialog Sebelum Matahari Terbit (Begining)

Sekitar pukul delapan lebih tiga puluh menit, malam hari.

Suhu udara sekitar 10 derajat celcius.

Adit mengeluarkan matras yang berada di carrier miliknya lalu dia menggelarnya, dibantu Andrian, di depan kedua tenda berukuran sedang, yang baru saja dia pasang bersama Jamal dan Andrian. Satu tenda untuk Adit, Andrian, dan Jamal, sedangkan satunya lagi untuk Laila, Fitri, dan Putri.

Senin, 20 Februari 2017

Menyelami Hati Melalui Tulisan Tangan (Final)

Setelah tangisnya reda, Putri meminta maaf kepada Adit karena telah membuatnya menunggu lama. Dia kembali menceritakan hidupnya, baik tentang keluarganya, lingkungannya, bahkan kebiasaan-kebiasaan anehnya yang biasa dilakukan saat sedang sendirian di rumah. Putri bercerita mengenai sifat perfectionist-nya. Bagi Putri, semua harus terlihat sempurna, bila tidak, hal itu membuat dirinya tidak nyaman. Terkadang ada sebuah dorongan mendesak dalam pikiran Putri yang harus dia turuti dan terasa menyiksa bila diabaikan.

Menyelami Hati Melalui Tulisan Tangan (2)

Keesokan harinya, sekitar sore hari saat Adit sedang menonton film, handphone Adit berbunyi. Terdapat pesan Line dari Putri. Dengan segera, Adit membukanya, karena bagi Adit, pesan dari sahabat-sahabatnya adalah prioritas.

Menyelami Hati Melalui Tulisan Tangan (1)

Sembari memasukkan handphone dan cerminnya ke dalam tas, Laila melihat buku milik Adit yang tertinggal di atas meja cafe, tempat di mana Adit, Jamal, Laila, Fitri, dan Putri sedang hangout sore itu. Laila mengambil buku itu dan membawa buku itu dan bergegas menyusul Adit dan yang lainnya menuju parkiran.

Jumat, 20 Januari 2017

Let Me Tell You Something That You Must Be Scare Of

First thing first, Im gonna tell you how to impress your crush and make her think that you are smart af.

Here's how: