Mohon perhatian! Kepada pengunjung Blog ini, perlu saya beritahukan: bahwa setiap isi dari tulisan-tulisan di dalam Blog ini adalah hasil dari muntahan otak saya yang emang agak sedikit tidak wajar. Apabila ada ucapan atau kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dibaca, dikonsumsi, atau di ucapkan kembali mohon harap maklum. Sekali lagi, HARAP MAKLUM! Jika kalian tertarik pada Blog ini, saya persilahkan kalian untuk memg-klik tombol follow. Terima kasih.

Selasa, 20 Maret 2018

Retorika Perjaka dalam Beromansa

Back then, kata tetanggaku, menggombal adalah hal yang mutlak untuk dimiliki setiap lelaki. Sekalipun wajahmu seperti pinggiran asbak, wanita tetep akan meleleh bila kamu jago menggombal. But I ain't even sure about that, tapi apa salahnya dicoba.

Aku bukanlah seorang pujangga. Aku bahkan tidak tau bagaimana cara menggombal. Tapi, setidaknya aku mencoba untuk menjadi lelaki sejati. Dulu, aku sering sekali tebar gombalan ke banyak wanita, baik itu candaan maupun serius. Nah, di tulisan ini, aku mau share tentang 12 gombalan maut yang pernah aku lontarkan ke wanita. Nomor 5 bikin kamu tercengang (no, kidding). Gombalan-gombalan berikut berhasil memunculkan reaksi positif dari si target, loh. Penasaran?

Here's they are..

1. "Sebenarnya aku ingin meminta tolong kepadamu, tapi aku tidak yakin kamu bisa melakukanya." lalu dia penasaran, "Apa itu?" lalu aku jawab dengan ringkas, "Senyum."

2. "Kenapa menangis? Berhentilah menangis. Air matamu bau pesing."

3. "Bolehkah aku memotret dirimu? Aku ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa bidadari itu ada."

4. "Bginilah aku, suka becanda. Tapi kalau kamu minta aku untuk seriusin kamu, aku siap."

5. "Bila kamu tidak ditakdirkan untukku, aku yakin pasti akan digantikan dengan yang lebih baik. Tapi saat ini, tugasku hanyalah menganggapmu yang terbaik."

6. "Setiap aku melihat wajahmu, bawaannya selalu jadi adem. Seketika hati ini bertanya-tanya, itu muka apa kulkas?"

7. "Tau, tidak? Senyum yang tulus itu selalu melibatkan otot mata. Enggak percaya, kan? Coba deh, kamu senyum ke aku."

8. "Sejauh apapun aku pergi, duniaku ya tetep kamu." (It means, you are pretty fat shit)

9. "Wajahmu begitu bersih dan bersinar, seperti sunlight pencuci piring bersih."

10. "Kalau duduk bersebelahan sama kamu gini, aku jadi sadar akan satu hal. Ternyata, bahagia itu sederhana, ya."

11. "Papa kamu..." belum saja selesai kalimatnya, sudah direspon, "Kok tau?", lalu aku berusaha keras untuk segera meneruskan, "Beneran? Papa kamu... mertua aku?"

12. "Kamu ini manis, tapi kok berbulu? Harusnya kan bersayap."