Mohon perhatian! Kepada pengunjung Blog ini, perlu saya beritahukan: bahwa setiap isi dari tulisan-tulisan di dalam Blog ini adalah hasil dari muntahan otak saya yang emang agak sedikit tidak wajar. Apabila ada ucapan atau kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dibaca, dikonsumsi, atau di ucapkan kembali mohon harap maklum. Sekali lagi, HARAP MAKLUM! Jika kalian tertarik pada Blog ini, saya persilahkan kalian untuk memg-klik tombol follow. Terima kasih.

Senin, 05 Oktober 2015

Becerita dan Beranalogi (FInal)

"Baru kali ini, atau mungkin hanya rumah ini saja yang membuatku tertarik untuk mendengar seluruh cerita setiap sudut ruangan rumah itu dari sang pemiliknya. Aku berkali-kali mencoba memintanya untuk menceritakan rumah itu. Lama kelamaan, aku semakin mengenal rumah itu."

Minggu, 04 Oktober 2015

Bercerita dan Beranalogi (Begining)

Saat itu Adit duduk di sebelah kiri Putri, di sebuah rumah makan cepat saji, sedang mendengarkan Putri bercerita tentang seseorang di masa lalunya. Bersamaan dengan itu, dari balik jendela kaca, terlihat orang-orang sedang berlalu-lalang, sedangkan mentari perlahan mulai merebahkan diri di balik awan sore. Waktu berlalu secara tergesa-gesa. Sudah berjam-jam Adit menghabiskan harinya bersama Putri, setelah sekitar hampir dua minggu mereka tidak saling bertemu, dikarenakan Putri harus pulang ke Kalimantan untuk menemui keluarganya.

Minggu, 19 Juli 2015

Wanita Sebelum Hilang (Final)

Aku selalu berharap kepada Tuhan dengan segala kebaikanNya agar mau mempertemukan aku dan dia lagi walau hanya sebentar. Aku ingin sekali menyapanya, seperti yang dia pinta jikalau kita bertemu suatu saat nanti. Yang bisa aku lakukan sekarang hanya sekedar menelusuri tempat itu lagi berkali-kali, berharap kita berjumpa di sana, di tempat di mana aku selalu menemuinya, sebelum akhirnya kita tidak lagi bertemu.

Wanita Sebelum Hilang (2)

Sudah beberapa bulan, aku tidak pernah lagi melihat dia di tempat itu. Tempat di mana aku sering menjumpainya sebelumnya. Sejak saat itu pula lah aku mulai melupakan soal permintaan pertemananku kepadanya di facebook.

Wanita Sebelum Hilang (1)

Aku membuka kembali sebuah percakapan yang tersimpan di pesan facebook malam itu. Percakapan yang aku nanti-nantikan setelah sekian lama sejak awal aku melihatnya di suatu tempat. Kapan dan di mana tempatnya, aku sendiri pun lupa. Ingatan tentang pertemuan pertamaku dengan dia perlahan memudar bersamaan dengan waktu.

Ya Tuhan, kenapa di kota ini ada banyak sekali drama yang ingin aku tulis?