Mohon perhatian! Kepada pengunjung Blog ini, perlu saya beritahukan: bahwa setiap isi dari tulisan-tulisan di dalam Blog ini adalah hasil dari muntahan otak saya yang emang agak sedikit tidak wajar. Apabila ada ucapan atau kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dibaca, dikonsumsi, atau di ucapkan kembali mohon harap maklum. Sekali lagi, HARAP MAKLUM! Jika kalian tertarik pada Blog ini, saya persilahkan kalian untuk memg-klik tombol follow. Terima kasih.

Rabu, 12 Maret 2014

Monolog Pembodohan

Selalu ada desis-desis rindu yang mengangin dingin ke kotamu. Hanya sanggup menitip pesan pada setumpuk bait getir lara, sebab terlalu ringkih berkata kala bertemu.

Adalah parasmu, alasan aku bergemih. Adalah aromamu, mengapa kognitifku malafungsi. Lumpuh nyali ini terhujam oleh tombak pesonamu yang selalu meruncing tiap waktu.

Lalu, apa kabar janji yang kita buat, kamu? Kenapa Tuhan tidak menyediakan waktu untuk kita duduk berdua dan membicarakannya? Kenapa Tuhan tidak menciptakan waktu untuk kita bersama menikmati senja, bercerita, dan mentertawakan dunia yang penuh alasan untuk berdayuh?

Bongkahan janji kubiarkan melebur perlahan. Kabut keikhlasan tutupi sudah terik sinar haruku. Ramuan kopi pekat mungkin terlalu mencolok untuk hidangan pagi, namun rasanya tak lebih dari sekedar kopi pahit pengantar sendu.


Surat ini tertuju untuk kamu yang selalu aku bicarakan bersama Tuhan. Kepada kamu, pemilik tawa semu. Perhiasan dunia berwujud bebatuan. Aku buat, walau aku tahu nantinya kamu akan pergi menjauh. Bukanlah masalah. Toh, sedekat apapun kita, kita tetap jauh.

Bagaimanapun nantinya, aku siap.

Tak perlu sungkan, pintu keluar sudah aku buka.