Mohon perhatian! Kepada pengunjung Blog ini, perlu saya beritahukan: bahwa setiap isi dari tulisan-tulisan di dalam Blog ini adalah hasil dari muntahan otak saya yang emang agak sedikit tidak wajar. Apabila ada ucapan atau kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dibaca, dikonsumsi, atau di ucapkan kembali mohon harap maklum. Sekali lagi, HARAP MAKLUM! Jika kalian tertarik pada Blog ini, saya persilahkan kalian untuk memg-klik tombol follow. Terima kasih.

Minggu, 09 Februari 2014

Berhijab Boleh, Tapi Jangan Mengundang Syahwat Dong!

Satu hadist yang masih aku ingat dari sejak jaman SMA sampai sekarang. Hadist dari Rasulullah yang dijelaskan maksudnya oleh guruku yang aku gak tau nama aslinya, namun biasa dipanggil Pak SP. Mungkin SP adalah kependekan dari Semester Pendek.

Hadist tersebut kurang lebih berbunyi, “Islam muncul dalam keadaan asing, dan islam akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Thabrani).

Asing adalah mereka, orang-orang yang bertahan melawan zaman, yang berjalan lurus meski yang lain berbelok, dan mereka yang akan meluruskan orang-orang yang tersesat. Mereka tetap teguh pada ajaran-ajaran yang telah ditetapkan sekalipun lingkungan mereka jauh dari kata islam yang sebenarnya. Karena seingatku, islam nantinya akan terpecah belah, menyimpang, atau bahkan akan banyak orang yang bertanya, "Apa itu Islam?" atau mungkin, nanti banyak orang yang mengira bahwa islam adalah nama merk shampoo.

Dan mengingat percakapan di film Thor: The Dark World. Ketika Darcy, Dr. Erik, dan Ian berjalan di suatu tempat dan melihat keanehan, banyak segerombolan kelelawar muncul secara misterius dari bawah tanah. Mereka ketakutan, tapi Dr. Erik malah tersenyum. Kemudian Darcy bertanya pada Dr. Erik, "Kenapa kau tersenyum?" dan Dr. Erik menjawab, "Tak ada yang lebih melegakan dari menyadari bahwa dunia lebih gila dari dirimu."

Ya, dunia ini sudah lebih gila dari kita. Dan akan semakin gila. Dunia gila karena semakin banyak orang-orang gila yang menjadikannya gila. Dan mereka tidak akan pernah sadar bahwa dirinya gila.

Jaman sekarang, sudah banyak penyimpangan-penyimpangan ajaran islam. Contoh kecilnya adalah dalam hal berhijab. Berhijab, atau berkerudung sekarang sudah menjadi trend anak-anak yang gila fashion namun pengen tetep keliatan syariah. Atau mungkin sebaliknya. Mereka gila syariah, tapi pengen tetep keliatan fashion. Hmm...

Dan saya heran, kenapa sekarang berkerudung menjadi ribet, malah sampe ada tutorialnya segala? Perasaan bejilbab kan gak seribet itu. Janganlah persulit segala hal yang mudah. Islam tidak melarang kalian dalam berpenampilan menarik. Malah dianjurkan, asal masih sesuai ajaran.

Banyak gaya-gaya berjilbab yang bermunculan dari para hijabers (sebutan bagi wanita berjilbab). Berikut ini adalah beberapa contoh gaya berhijabnya.


Sebagian dari mereka mengatakan, bahwa dengan berhijab, mereka akan seamkin terlihat cantik. Memang benar. Tapi jangan jadikan jilbab sebagai perhiasan kecantikan, tapi sebagai pelindung.

Sebagian dari mereka menggunakannya hanya untuk aksesoris, sehingga, banyak dari mereka yang berhijab, namun mereka terlihat seperti telanjang. Menangkap maksudku?

Begini. Seperti yang kita tau, bahwa mereka yang telanjang, baik pria atau wanita, akan bisa mengundang syahwat lawan jenis mereka. Terlebih wanita. Wanita adalah makhluk spesial. Sangking spesialnya, setiap bagian tubuh wanita, mengandung syahwat. Dari ujung rambut sampai ujung kaki. Untuk itulah ada perintah menutupi aurat agar tidak mengundang syahwat bagi lawan jenisnya.

Dan untuk memperjelas mengapa mereka masih seperti bertelanjang, ada baiknya kita lihat beberapa foto berikut ini terlebih dahulu.


Mengapa menurutku mereka seperti bertelanjang? Ya, karena sekalipun mereka berkerudung, namun tonjolan (maaf) payudara dan lekuk tubuh mereka masih terlihat. Yang seperti inilah yang terlihat masih bertelanjang, karena masih bisa mengundang syahwat bagi lawan jenisnya.

Mungkin sebagian dari kalian, para wanita, mengatakan, "Ya itu sih otakmu aja yang ngeres, bangsat!"

Lelaki itu ibarat anjing yang doyan makan. Apabila mereka dipancing dengan daging segar, air liur mereka akan menetes, karena ingin segera melahapnya. Bila kalian, para wanita, adalah daging segar, dengan artian kalian adalah wanita yang tidak menutupi aurat kalian, maka, kita, para lelaki, akan terpancing, atau tidak segan untuk bertindak.

Jangan salahkan orang bila mereka melakukan hal yang tidak kalian inginkan, selama kalian memancingnya. Orang jahat tidak selamanya salah.

Pelajarilah tata cara menutupi aurat yang sudah tertulis dalam Al-Qur'an. Kalo kalian males baca, silahkan browsing di internet.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya: Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa yang dzalim), Dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jarak jauh sekali)”. (HR. Muslim dan yang lain).

Dan, ada baiknya kalian menjaga pandangan kalian dari para lelaki. Wajah kalian adalah perhiasan dan sebuah keistimewaan yang diberikan oleh Allah. Berikan keistimewaanmu itu pada suamimu nanti. Kalo kalian show off wajah kalian ke lelaki lain, artinya kamu mengundang syahwat mereka. Artinya semua lelaki bisa menikmati wajahmu, maka hilanglah keistimewaanmu itu. Kan kasian suamimu.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…” (QS. An Nuur: 31)

Jadi, buat kalian wanita muslimah yang doyan selfie, terus upload di sosmed, ada baiknya pikir-pikir dulu, daripada rugi di dunia dan di akhirat loh.

Nah, balik lagi ke hadist rasulullah, mengapa orang asing itu dikatakan beruntung? Karena merekalah yang nantinya akan diistimewakan derajatnya di akhirat nanti.


Jadi gimana? Ada pembelaan? Atau ada pembenahan makna isi salah satu ayat? Kalo ada, silahkan komen atau bisa juga kirim email. Terima kasih buat kalian yang sudah membaca dan memahami.

Oh iya, foto-foto yang aku pasang, semua boleh dapet dari google. Mungkin itu adalah foto kamu, foto saudaramu, atau foto tetanggamu, aku mohon maaf, dan tidak bermaksud melecehkan atau menghina.