Mohon perhatian! Kepada pengunjung Blog ini, perlu saya beritahukan: bahwa setiap isi dari tulisan-tulisan di dalam Blog ini adalah hasil dari muntahan otak saya yang emang agak sedikit tidak wajar. Apabila ada ucapan atau kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dibaca, dikonsumsi, atau di ucapkan kembali mohon harap maklum. Sekali lagi, HARAP MAKLUM! Jika kalian tertarik pada Blog ini, saya persilahkan kalian untuk memg-klik tombol follow. Terima kasih.

Rabu, 28 Mei 2014

Sabtu Siang di Taman Perpustakaan (Final)

Hari jum’at jam 1 siang. Sebelum mata kuliah berlangsung, aku menikmati teman-teman yang sedang asyik mengobrol dan tertawa dari bangku belakang kelas. Aku diam, sampai akhirnya, Randy datang dan duduk di samping kiriku. Setelah kita saling diam, akhirnya Randy mengatakan sesuatu padaku.

“Eh, Dit.” katanya. Aku menoleh ke arahnya. “Kayaknya kamu gak usah ngedeketin si ‘dia’ lagi deh.”

Minggu, 25 Mei 2014

Sabtu Siang di Taman Perpustakaan (2)

Seolah aku tidak mau menyerah untuk mengajaknya bertemu, di lain hari, tepatnya hari kamis, aku mengirim BBM ke dia untuk mengajaknya ketemuan lagi.

“Mbak, nanti ketemuan ya. Atau mbak lagi ada di mana ntar aku samperin. Janji gak bakal lama kok. Makasih :)” tulisku.

Sangat jarang sekali aku memakai emoticon saat berkomunikasi melalui tulisan. Tapi kali ini aku mencoba memakai emoticon senyum dengan harapan keadaan bisa menjadi lebih baik.

Jumat, 23 Mei 2014

Sabtu Siang di Taman Perpustakaan (1)

“Hari ini ke kampus gak mbak? Ada perlu bentar.” Tulisku di BBM.

“Iya. Ntar ada kuliah jam 3.” balasnya.

“Aku tunggu di tangga kembar lantai 4. Janji gak sampe semenit.”

“Iya Dito.”

Kalimat dari dia menutup percakapan kami. Dan drama baru saja dimulai.

Minggu, 13 April 2014

Pengalaman Puncak

Sebelum mulai bercerita, aku mau ngucapin sesuatu dulu ke grup band yang aku kagumi dan yang sudah menginspirasiku selama bertahun-tahun. Yap, selamat ulang tahun yang ke-7, Pee Wee Gaskins. Senang rasanya bisa jadi satu dari sekian banyak penikmat karya-karya kalian. Keep pop punk, master!

Rabu, 12 Maret 2014

Monolog Pembodohan

Selalu ada desis-desis rindu yang mengangin dingin ke kotamu. Hanya sanggup menitip pesan pada setumpuk bait getir lara, sebab terlalu ringkih berkata kala bertemu.

Adalah parasmu, alasan aku bergemih. Adalah aromamu, mengapa kognitifku malafungsi. Lumpuh nyali ini terhujam oleh tombak pesonamu yang selalu meruncing tiap waktu.

Lalu, apa kabar janji yang kita buat, kamu? Kenapa Tuhan tidak menyediakan waktu untuk kita duduk berdua dan membicarakannya? Kenapa Tuhan tidak menciptakan waktu untuk kita bersama menikmati senja, bercerita, dan mentertawakan dunia yang penuh alasan untuk berdayuh?

Bongkahan janji kubiarkan melebur perlahan. Kabut keikhlasan tutupi sudah terik sinar haruku. Ramuan kopi pekat mungkin terlalu mencolok untuk hidangan pagi, namun rasanya tak lebih dari sekedar kopi pahit pengantar sendu.


Surat ini tertuju untuk kamu yang selalu aku bicarakan bersama Tuhan. Kepada kamu, pemilik tawa semu. Perhiasan dunia berwujud bebatuan. Aku buat, walau aku tahu nantinya kamu akan pergi menjauh. Bukanlah masalah. Toh, sedekat apapun kita, kita tetap jauh.

Bagaimanapun nantinya, aku siap.

Tak perlu sungkan, pintu keluar sudah aku buka.

Minggu, 09 Februari 2014

Berhijab Boleh, Tapi Jangan Mengundang Syahwat Dong!

Satu hadist yang masih aku ingat dari sejak jaman SMA sampai sekarang. Hadist dari Rasulullah yang dijelaskan maksudnya oleh guruku yang aku gak tau nama aslinya, namun biasa dipanggil Pak SP. Mungkin SP adalah kependekan dari Semester Pendek.

Hadist tersebut kurang lebih berbunyi, “Islam muncul dalam keadaan asing, dan islam akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Thabrani).