Mohon perhatian! Kepada pengunjung Blog ini, perlu saya beritahukan: bahwa setiap isi dari tulisan-tulisan di dalam Blog ini adalah hasil dari muntahan otak saya yang emang agak sedikit tidak wajar. Apabila ada ucapan atau kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dibaca, dikonsumsi, atau di ucapkan kembali mohon harap maklum. Sekali lagi, HARAP MAKLUM! Jika kalian tertarik pada Blog ini, saya persilahkan kalian untuk memg-klik tombol follow. Terima kasih.

Kamis, 28 Maret 2013

Primary Breakdown In Communication

Menurut buku yang pernah aku baca, komunikasi yang efektif menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss (yang aku sendiri gak tau mereka siapa), paling tidak menimbulkan lima hal. Yaitu pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang semakin baik, dan tindakan.

Kita bahas sedikit tentang masalah pengertian. Pengertian disini artinya penerimaan yang cermat isi pesan yang dimaksudkan. Kegagalan menerima isi pesan secara cermat disebut primary breakdown in communication atau kegagalan dalam berkomunikasi.

Siapapun pernah mengalami kegagalan dalam berkomunikasi. Bahkan aku sendiri juga pernah.

Kemarin.

Berawal saat aku lagi duduk manis sendirian di bangku pojok kelas, kemudian temen sekelasku, Wanda, manggil aku dari temapat duduknya yang jaraknya agak jauh dari aku.

'To...' kata Wanda. Aku noleh ke arahnya. Lalu dia melanjutkan, 'Ayo "KENTU"!'

'HAH?!' kataku, kaget.

Taukah kalian kenapa aku bisa sekaget itu diajak "KENTU" sama Wanda? Karena, dalam bahasa Jawa, "KENTU" itu berarti "BERCINTA". Istilah kasarnya itu "KENTOT". Jadi intinya, "KENTU" adalah "KENTOT". Sampe sini sudah mengerti semua? Kalo sudah, ayo kita KENTU. Eh, maksudnya, ayo kita lanjutkan ceritanya.

'Ayo "KENTU"!' Wanda mengulangi pembicaraannya tadi.

'Kentu?' aku masih gak percaya.

Ini anak binal banget ngajakin aku kentu di kelas. Apa jangan-jangan tuh anak abis minum baygon campur es batu, terus mabok, terus dia tiba-tiba kepikiran, 'Ah, ngajakin Dito "KENTU", ah'.

'Haduuh! "KENTU", To.... Ketan Batu!" jelas Wanda.

'OOOOOHHHHH!!!'

Sampai sini aku paham. Ternyata yang dia maksud adalah "Membeli Ketan di daerah Kota Batu". Sedangkan aku, mengartikan bahwa "Wanda (yang lagi mabok gara-gara abis minum baygon campur es batu) ngajak aku ngentot".

I think that was so funny. Bagaimana dua orang yang sedang berusaha melakukan sebuah komunikasi, namun gagal. Gimana jadinya kalo semisal komunikasi ini berhasil pada percakapan antara seorang cowok yang pamit ke bapak dari pacarnya buat "KENTU". Mungkin jadinya bakal seperti percakapan berikut ini.

'Pak, pamit dulu. Saya mau ngajak anak bapak "KENTU" dulu'

'Oh, iya, hati-hati. Anak saya memang suka "KENTU", kok. Sangking sukanya, hampir tiap malem minta "KENTU" terus sama saya loh.'

'Wah, keren sekali anak bapak! Beruntung saya punya pacar seperti anak bapak!'


Dan pertanyaannya adalah...

Kapan otakku ini lepas dari pikiran cabul? Haha.