Mohon perhatian! Kepada pengunjung Blog ini, perlu saya beritahukan: bahwa setiap isi dari tulisan-tulisan di dalam Blog ini adalah hasil dari muntahan otak saya yang emang agak sedikit tidak wajar. Apabila ada ucapan atau kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dibaca, dikonsumsi, atau di ucapkan kembali mohon harap maklum. Sekali lagi, HARAP MAKLUM! Jika kalian tertarik pada Blog ini, saya persilahkan kalian untuk memg-klik tombol follow. Terima kasih.

Jumat, 09 September 2011

Surat Cinta Buat Kamu (Semoga Kamu Membacanya)

Buat kamu,
Kamu yang aku sebut Maha


Aku enggak tau harus berbasa-basi apa dan bagaimana untuk memulai semua ini. Sebelum kamu kecewa membacanya, perlu kamu tau, bahwa surat ini aku buat dengan penuh rasa benci. Bukan benci kepadamu, tapi kepada kelakuanmu yang bedebah itu.  Meski kamu tidak akan pernah mempermasalahkannya.

Aku yakin, Tuhan mempertemukan kita berdua pasti ada maksud tertentu. Walau sampai sekarang, aku enggak pernah tahu apa maksud Tuhan itu sendiri. Tapi yang aku tahu, itu bukan untuk cinta. Aku menganggumimu, tapi kamu peduli apa? Kamu dihatiku, aku tak dihatimu. Kamu aku tempatkan di tempat yang spesial di hatiku, tapi kamu menganggapku tak lebih dari tumpukan sampah yang tak berarti. Apa Tuhan mempertemukan kita supaya aku membencimu?

Kamu tahu? Aku selalu ngerasa kalo kamu tuh memandang aku sebelah mata, ngeremehin aku, dan bahkan menganggapku nggak ada sama sekali. Seakan kamu berkata kepadaku ‘Hey, kamu itu siapa? Kamu itu nothing tau nggak?’ Apa benar begitu? Atau itu hanya perasaanku saja? Seandainya benar begitu, tentu aku merasa kecewa yang teramat parah. Tapi, yah… mau bagaimana lagi. Ini bukan salahmu, kok. Ini salahku. Aku yang terlalu bermimpi mengharapkanmu, tanpa melihat posisiku yang berada jauh dibelakangmu.

Berkali-kali aku mendengar orang berucap ‘Cinta itu Buta’. Apa aku harus mempercayainya? Tapi aku sulit percaya. Karena cintamu tuh nggak buta. Cintamu masih bisa melihat dengan jelas dan memilih, siapa yang pantas berada di hatimu dan bersanding denganmu. Tentu itu bukan aku. Bagaimana kamu bisa memilihku, sementara kamu melihatku saja masih dengan sebelah mata. Itu yang bikin aku berhenti berharap mendapatkanmu. Tapi setidaknya aku masih beruntung, bisa kamu lihat meski hanya dengan sebelah mata. Daripada kamu tidak menganggapku ada. Itu jauh lebih menyakitkan.

Kamu apa kabarnya sih disana? Aku cemas banget mikirin kamu. Meski kamu gak butuh itu.

Eh, aku masih sering ngeliatin fotomu loh. Ada satu foto yang aku suka banget dari foto-fotomu lainnya. Nggak tau kenapa ya, didalam foto ini, kamu seperti tersenyum manis memandangku. Ini yang bikin aku gak bisa berhenti tersenyum melihatmu di dalam foto ini. Oh iya, aku lupa kasih tau darimana aku dapet foto-fotomu. Aku dapetnya dari facebook. Dari BBM juga sih. Tiap kamu ganti Display Picture-mu, aku save. Maaf kalo hal ini bikin kamu kesal. Tapi yah, cuma ini yang bisa ngobatin rasa kangenku sama kamu.

Aku juga mau tanya sama kamu. Kenapa sih kamu terlihat manis kalo cuma di foto aja? Kamu yang sebenernya, selalu bikin aku kecewa. Padahal aku sudah ngelakuin hal-hal yang mungkin bisa bikin kamu bahagia. Meski itu terlihat bodoh dimatamu. Tiap kali kita BBM-an, aku selalu mencoba memikirkan kalimat-kalimat lucu yang sekiranya bisa bikin kamu tertawa. Dan aku berusaha untuk tidak memperlihatkan rasa sukaku kepadamu disaat aku melakukannya. Tapi apa tanggapanmu? Tak jarang kamu berhenti membalasnya dan mengakhiri obrolan kita.

Aku selalu melihat namamu di kontakku. Aku deg-degan, ingin menyapamu untuk sekedar memulai suatu obrolan, tapi aku malu. Mengobrol denganmu adalah suatu hal yang sangat aku nanti-nantikan. Buktinya, aku selalu mendahulukan membalas chat-mu ketimbang membalas chat orang lain. Aku juga pernah menahan rasa ngantukku hanya untuk membalas chat-mu. Walaupun akhirnya aku ketiduran juga karena terlalu lama menunggu balasanmu hehe.

Aku memang mengaggumimu. Tapi aku benci kamu dan kelakuanmu yang bedebah itu. Ini kan yang kamu inginkan selama ini? Apapun akan aku coba lakukan biar kamu senang, termasuk membencimu. Dengan segala kesedihan dan rasa benci, aku ingin ucapkan, aku sayang kamu. Semoga kamu senang, Maha (Maaf, aku menyebut namamu dengan penuh rasa benci).